
Tujuh Perkataan Salib adalah tujuh ucapan yang diucapkan oleh Yesus ketika Yesus disalib, sebagaimana tertulis dalam keempat Injil
Ketujuh
perkataan tersebut adalah:
- Pengampunan, Lukas 23:34, “Ya Bapa, ampunilah mereka, karena mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan.”
- Keselamatan, Lukas 23:43, “Sesungguhnya, hari ini juga kamu akan bersama sama dengan Aku di dalam Firdaus.”
- Penebusan, Yohanes 19:30 “Sudah selesai.”
Ketujuh
perkataan ini dikategorikan sebagai: Perkataan 1, 4, & 7 (pertama, tengah
dan terakhir), Yesus berbicara kepada Bapa. Perkataan 2, Yesus berbicara kepada
penjahat. Perkataan 3, Yesus berbicara kepada Maria, sedangkan Perkataan 5 dan
6 tidak secara spesifik ditujukan pada siapa pun.
Alkitab
menuliskan bahwa Yesus dipaku di atas kayu salib sekitar
enam jam, dan bahkan lebih dari itu, dan ketujuh perkataan inilah yang dicatat
oleh murid-murid Yesus. Masing-masing dari ucapan tersebut memiliki makna
istimewa. Sejak abad ke-16 ketujuh perkataan ini telah banyak dipakai untuk
khotbah Jumat Agung, dan banyak buku yang telah ditulis untuk
menganalisa ketujuh perkataan tersebut.
Ketujuh
Perkataan Salib merupakan contoh pendekatan tekstual dalam merekonstruksi harmoni Injil, yang berusaha menggabungkan materi-materi yang
berbeda dari keempat Injil, untuk menghasilkan kesimpulan yang lebih dari
masing-masing Injil tersebut.
1. Ya Bapa, ampunilah mereka, karena mereka sebab
mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan
Kemudian Yesus berkata, “Ya Bapa, ampunilah mereka, karena mereka tidak tahu apa
yang mereka lakukan.” Lalu para tentara melempar undi untuk membagi
pakaian-Nya di antara mereka. Lukas 23:34
Ucapan
ini biasa diartikan sebagai doa Yesus memohonkan pengampunan bagi
mereka yang menyalibkan Dia: para prajurit Romawi, dan semua yang terlibat dalam peristiwa
penyaliban tersebut.
"Inilah
cinta di atas segala cinta, keajaiban di atas segala keajaiban. Inilah
keagungan dan kehormatan, kesucian dan kemurnian di atas segala kebajikan yang
pernah dinyatakan di dalam dunia ini."
2. Sesungguhnya, hari ini juga kamu akan bersama
Aku di dalam Firdaus
Lalu ia berkata kepada Yesus, “Ya
Yesus, ingatlah aku ketika Engkau masuk ke dalam kerajaan-Mu.” Kemudian Yesus
berkata kepadanya, Hari ini juga kamu akan bersama dengan
Aku di dalam Firdaus.” Lukas 23:42-43
Perubahan
dalam diri salah seorang penjahat tersebut karena mendengar ucapan Yesus yang
pertama, yang mengampuni orang-orang yang menyalibkan Yesus. "Sang
perampok sudah menjalani suatu pengadilan yang adil yang datang dari Allah
sendiri. ... Dia mengakui keadilan Allah dan tidak mengakui keadilan Pilatus.
... Dia tahu bahwa dirinya ... tidak memiliki pengharapan lagi, dan ... dia
mendengar suara Yesus yang mengatakan, 'Ya Bapa, ampunilah mereka...', bukankah
ini satu hal yang menyadarkannya?"
Perbedaan
penafsiran tanda baca telah menjadi sumber perbedaan doktrin di antara kaum
Kristen, karena di naskah aslinya tidak terdapat tanda baca. Kaum Protestan
biasanya menggunakan versi "hari ini juga kamu akan bersama Aku di dalam
Firdaus." Ini mengasumsikan bahwa pada hari itu juga penjahat itu akan
pergi ke Surga, tanpa melalui purgatori (api penyucian). Di pihak lain, kaum Katolik
biasanya menggunakan versi "Aku berkata kepadamu hari ini, kamu
akan..." yang hanya menunjukkan bahwa pernyataan tersebut dibuat pada hari
itu, tetapi belum tentu penjahat tersebut akan berada di Surga pada hari itu
juga.
3. Ibu, inilah anakmu! – Inilah ibumu!
Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan
murid yang dikasihi-Nya berdiri di sana, Ia berkata kepada ibu-Nya, “inilah anakmu!” Lalu, Yesus berkata kepada murid-Nya,
“Inilah ibumu!” Kemudian, murid itu menerima
ibu Yesus tinggal di rumahnya. Yohanes 19:26-27
Di sini,
Yesus menyerahkan Maria, ibu Yesus, untuk dirawat oleh
murid yang dikasihi Yesus (penafsir biasa menafsirkan murid tersebut adalah Rasul Yohanes, yang menuliskan Injil Yohanes). Sejauh yang dicatat di dalam Alkitab, hanya murid
itulah yang berada di lokasi penyaliban Yesus (namun di sana selain Maria ada
beberapa perempuan-perempuan yang mengikuti sepanjang jalan salib). Perkataan
tersebut menunjukkan sisi kemanusiaan Yesus dan kasih sayang kepada sang ibu.
4. Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan
Aku?
Mulai pukul dua belas siang
sampai pukul tiga sore, kegelapan menutupi seluruh daerah itu. Kira-kira pukul
tiga sore, Yesus berseru dengan suara keras, “Eli,
Eli, lama sabakhtani?” Artinya, “Allah-Ku,
Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” Matius 27:45-46
Pada pukul dua belas siang sampai
pukul tiga sore, kegelapan menutupi seluruh daerah itu. Sekitar pukul tiga
sore, Yesus berseru dengan suara yang keras, “Eloi,
Eloi, lama sabakhtani,” yang artinya “Allah-Ku,
Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” Markus 15:33-34
Perkataan
keempat ini adalah satu-satunya yang dicatat di dua Injil, dan satu-satunya
yang dicatat di dalam kisah penyaliban Yesus di Injil Matius dan Markus. Ini
merupakan kutipan dari Mazmur 22:1 dari Raja Daud. Beberapa penafsir mempercayai
bahwa bukan Kristus yang mengutip Daud, tetapi Daud yang digerakkan Roh Kudus untuk menuliskan nubuatan mengenai penderitaan dan sengsara yang akan
dialami oleh Yesus tersebut.
Kegelapan
yang terjadi pada tengah hari tersebut bukanlah kegelapan biasa, bukan karena
awan tebal, dan juga bukan karena gerhana matahari, karena gerhana tidak pernah berlangsung selama 3
jam, dan Paskah Yahudi dirayakan pada bulan purnama (gerhana tidak pernah terjadi pada waktu purnama).
Selama sekitar tiga jam Yesus tidak mengucapkan kalimat yang lain; pada
saat-saat kegelapan supranatural itulah Yesus mengucapkan kalimat keempatnya.
Ini adalah kalimat yang paling sulit mengerti di antara yang lain. Martin Luther pernah memikirkan ayat ini selama berjam-jam dan
akhirnya ia berdiri sambil memukul dadanya dan berkata, "Siapakah yang
dapat mengerti bahwa Allah meninggalkan Allah?".
"Pada saat kelahiran-Nya, ada
terang yang besar (bintang Betlehem) di tengah kegelapan (pada malam hari), tetapi
pada saat mati-Nya, ada kegelapan yang besar di tengah matahari yang bersinar
terang (pada tengah hari) ... Kelahiran Kristus ajaib, kematian Kristus ajaib.
Siapakah Yesus? Waktu lahir-Nya, Kristus membawa terang kepada dunia yang
gelap, tetapi waktu mati-Nya, Kristus kegelapan dosa dunia menimpa sang terang
dunia, tetapi Yesus Kristus rela menerimanya." Ia mengakui bahwa manusia
tidak akan mengerti seratus persen kalimat keempat ini, kecuali orang itu
mempunyai pengalaman berada di neraka, tetapi ia melanjutkan bahwa orang yang
masuk neraka tidak akan mengerti kalimat ini, karena orang yang masuk neraka
adalah orang berdosa, sedangkan Yesus tidak berdosa.
5. Aku haus!
Yesus tahu bahwa semuanya sudah
selesai. Untuk menggenapi apa yang tertulis di dalam Kitab Suci, Ia berkata, “Aku haus!”Yohanes 19:28
Yesus
mengalami dehidrasi karena kehilangan banyak darah dan cairan tubuh.
Ia belum makan atau minum sejak Perjamuan Terakhir pada
malam sebelumnya, dan dalam kondisi yang sangat haus. Penulis Injil menuliskan
bahwa ada orang yang menawari Yesus anggur asam. Yesus menolak minuman anggur
bercampur empedu dan mur (Matius 27:34 dan Markus 15:23) yang ditawarkan untuk
meringankan penderitaan-Nya. Tapi di sini, beberapa jam kemudian, kita melihat
Yesus memenuhi nubuatan Mesianik dalam Mazmur 69:21. (bandingkan Mazmur 22:15).
6. Sudah selesai
Setelah
mencecap anggur asam itu, Yesus berkata, “Sudah selesai (Genap).” Kemudian, Ia
menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya. Yohanes 19:30
"Perkataan
terakhir ini adalah sebuah seruan kemenangan, bukan seruan keputusasaan. Yesus
telah menyelesaikan tugas di dunia ini. Rencana Allah sudah digenapi;
penyelamatan manusia telah dilakukan; kasih Allah telah dinyatakan. Ia telah
menggantikan kita. Ia telah menunjukkan kerusakan manusia dan juga kasih Allah.
Ia menyerahkan diri sendiri kepada Allah sebagai kurban penebus umat manusia. Setelah mengatakan kalimat terakhir ini, maka
usai sudah. Dengan kata-kata ini, tokoh teragung yang pernah berjalan di muka
bumi ini, Allah dalam rupa manusia, menghembuskan nafas terakhirnya."
7. Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku
Lalu
Yesus berseru dengan suara keras, “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan (Roh)-Ku.”
Sesudah mengatakan itu, Yesus menghembuskan napas-Nya yang terakhir. Lukas
23:46
"Istilah
bahasa Yunani untuk kata "serahkan" adalah istilah yang dipakai
khusus pada waktu seseorang menyerahkan uangnya kepada pemegang uang yang
paling bisa diperacaya. Yesus Kristus tahu bahwa jiwa-Nya ada di dalam tangan
Allah yang baik. Dia menyerahkan nyawa-Nya ke dalam tangan Bapa. Ini menjadi
satu pengharapan bagi setiap orang, waktu Kristus menyerahkan nyawa-Nya kepada
Bapa, sebenarnya pada waktu itu juga Kristus mengumpulkan roh kita
masing-masing yang percaya kepada-Nya beserta dengan Dia untuk diserahkan
kepada Bapa."
0 Response to "Tujuh Perkataan Yesus di Salib"
Posting Komentar