/****** Contact Form ******/ div#ContactForm1 { display: none !important; }

Janji Keselamatan dan Berkat di Bumi lewat Keturunan Abraham


BERKAT DI BUMI
Setelah Adam dan  Hawa jatuh kedalam dosa, Tuhan berfirman kepada Ular katanya: ”Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dengan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya, keturunannya akan meremukkan kepalamu dan engkau akan meremukkan tumitnya”. (Kejadian 3:15)
Dalam Kitab Musa  adalah merupakan  satu pokok perjanjian Allah tentang keselamatan kepada Manusia dengan memberikan kutuk kepada Ular. Dalam perkembangannya (populasi) manusia mulai bertambah banyak jumlahnya di bumi, bagi mereka lahir anak-anak perempuan, dan laki-laki. Anak laki-laki melihat bahwa anak-anak perempuan  cantik-cantik rupanya, kemudian mereka mengambil  isteri dari antara perempuan-perempuan itu, siapa saja yang disukai mereka”.(Kejadian 6 :1-2)
Manusia keturunan Adam telah berkembang di bumi ini, tidak saja berkembang karena populasinya saja, tetapi juga kejahatannya. Allah menjadi sangat kecewa terhadap perkembangan kejahatan manusia di bumi, lalu Allah memanggil Nuh yang menjadi pilihanNya dengan tujuan untuk memperbaharui ras manusia dan kemudian Ia menghukum manusia melalui air bah.
Sesudah selesai peristiwa penghukuman manusia dengan  air bah itu, Nuh dan keluarganya diselamatkan dengan sebuah perahu (Bahtera) dan pada waktu yang ditentukanNya, manusia mendarat di bumi.
Ada beberapa poin  Janji Allah kepada Manusia setelah Air bah, yaitu  antara lain:
A. Janji Allah kepada Nuh:
Kejadian  9:8-17 yang berbunyi: : “Berfirmanlah Allah kepada Nuh dan kepada anak-anaknya yang bersama-sama dengan dia: “Sesungguhnya Aku mengadakan perjanjianKu dengan kamu dan dengan keturunanmu, dan dengan segala makluk hidup yang bersama-sama dengan kamu burung-burung, ternak dan binatang-binatang liar di bumi yang bersama-sama dengan kamu, segala yang keluar dari bahtera itu, segala binatang di bumi. Maka Kuadakan perjanjianKu dengan kamu bahwa sejak ini tidak ada yang hidup yang akan dilenyapkan oleh air bah lagi, dan tidak akan ada lagi air bah untuk memusnahkan bumi. ”Dan Allah berfirman: “Inilah tanda perjanjian yang Kuadakan antara Aku dan kamu serta segala makhluk yang hidup, yang bersama-sama dengan kamu, turun termurun, untuk selama-lamanya: “BusurKu Kutaruh diawan, supaya itu menjadi tanda perjanjian antara Aku dan bumi”. Apabila kemudian Kudatangkan awan di atas bumi dan busur itu tampak di awan, maka aku akan mengingat perjanjianKu yang telah ada antara Aku dan kamu serta segala makluk yang hidup, segala yang bernyawa, sehingga segenap air tidak lagi menjadi air bah untuk memusnahkan segala yang hidup. Jika busur itu ada di awan, maka Aku akan melihatnya, sehingga Aku mengingat perjanjianKu yang kekal antara Allah dan segala makhluk yang hidup. Berfirmanlah Allah kepada Nuh: ”Inilah tanda perjanjian yang Kuadakan antara Aku dan segala makluk yang ada di bumi”.
Inilah Perjanjian Allah yang Pertama kepada Nuh.
Kesimpulannya, Allah tidak lagi melakukan pembinasaan manusia secara global di bumi  dengan  air bah. Dari firman Allah di atas, kita melihat   ada  tiga isi perjanjian Tuhan kepada Nuh  yaitu:
1. Perjanjian,  datangnya dari Allah sendiri.
2. Isinya tidak akan memusnahkan bumi dengan air bah;
3. Tanda Perjanjian adalah Busur (Pelangi).
Janji Allah kepada Abraham;
Setelah terjadi peristiwa penghukuman manusia dengan air bah, keturunan Nuh (Sem,Zafet dan Ham) semakin banyak dimuka bumi, tetapi manusia bukan semakin baik melainkan semakin jahat, padahal Allah sudah mencoba untuk melakukan pembaharuan dengan membinasakan orang-orang yang tidak takut akan Tuhan. Kita melihat dalam  Kejadian 11:4 berkata:  Manusia itu berhimpun membangun sebuah menara dan mereka membangun dengan satu tujuan untuk meninggikan nama mereka, yang berkata: ”Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi.
Allah murka kepada manusia karena sudah semakin bejad:  “Lalu turunlah Allah untuk melihat kota dan menara yang didirikan oleh anak-anak manusia itu, dan Ia berfirman:
Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai  dari sekarang apapun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak dapat terlaksana. Baiklah kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing, Demikianlah mereka diserakkan Tuhan dari situ ke seluruh bumi, dan mereka brehenti mendirikan kota itu. Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, karena disitulah dikacaubalaukan Tuhan bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan Tuhan ke seluruh bumi”.
Sesudah peristiwa itu, Allah mengambil inisiatip kembali yaitu dengan memilih satu keluarga yaitu Keluarga Abraham,  dan didalam panggilannnya, Allah kembali memberikan satu perjanjian dan janji ini juga bersifat sama dengan janji yang diberikan kepada Nuh yaitu janji  datang dari Allah sendiri.  Hal ini dapat kita lihat dalam Kejadian 12:1-3  yang berbunyi: “Berfirmanlah Tuhan kepada Abram: ”Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu.  Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar dan memberkati engkau serta membuat namamu mashur dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.
Dari segi aspek  manusia dalam Kejadian 15:6 yang berbunyi: Lalu percayalah Abraham kepada Tuhan, maka Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran” karena  Abraham percaya kepada janji Allah.
Dalam Kitab Perjanjian Baru yang tertulis dalam Roma 4:1-12: dikatakan  “Jadi apakah akan kita katakan tentang Abraham, bapa leluhur jasmani kita? sebab jika Abraham dibenarkan karena perbuatannya, maka ia beroleh dasar untuk bermegah, tetapi tidak dihadapan Allah. Sebab apakah dikatakan nas Kitab Suci? ”Lalu percayalah Abraham kepada Tuhan”, dan “Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran”. Kalau ada orang yang bekerja upahnya tidak diperhitungkan sebagai hadiah, tetapi sebagai haknya. Tetapi kalau ada orang yang tidak bekerja, namun percaya kepada Dia yang membenarkan orang durhaka, imannya diperhitungkan menjadi kebenaran. Seperti juga Daud menyebut berbahagia orang yang dibenarkan Allah bukan berdasarkan perbuatannya, Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya dan yang ditutup dosanya, berbahagialah manusia yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya. Adakah ucapan bahagia ini hanya berlaku bagi orang bersunat saja atau juga bagi orang tak bersunat? sebab telah kami katakan bahwa kepada Abraham iman diperhitungkan sebagai kebenaran. Dalam keadaan manakah hal itu diperhitungkan?. Sebelum atau sesudah ia di sunat, bukan sesudah disunat, tetapi sebelumnya. Dan tanda sunat itu diterimanya sebagai meterai kebenaran berdasarkan iman yang ditunjukkannya sebelum ia bersunat. Demikian ia dapat menjadi bapa semua orang percaya yang tak bersunat, supaya kebenaran duperhitungkan kepada mereka dan juga bapa orang-orang bersunat, yaitu mereka yang bukan hanya bersunat, tetapi juga mengikuti jejak iman Abraham, bapa leluhur kita, pada masa ia belum bersunat”.
Pembenaran itu bukan dari usaha dan perbuatan manusia, tetapi iman kepada janji Allah kepada Yesus Kristus. Inilah Perjanjian-perjanjian Allah yang utama kepada Manusia yaitu :
1. Perjanjian Allah kepada Nuh;
2. Perjanjian Allah kepada Abraham;
3. Perjanjian Allah kepada Musa atau Perjanjian Sinai.
Selain dari pada perjanjian di atas, memang masih ada perjanjian  perjanjian Allah sesudah Kitab Taurat Musa, yaitu Perjanjian kepada  Raja Daud, Kitab Para Nabi  dan Perjanjian Baru.
Isi perjanjian  Allah dengan Abraham sebagaimana pada ayat di atas yaitu ada 4 (empat) perjanjian  yaitu:
1.   Pertjanjian Pertama adalah Berkat Individu yaitu  Tuhan akan memberkati Abraham dan membuat namanya mashur dan membuat dia juga menjadi berkat bagi bangsa-bangsa  lain. Janji Individu ini termasuk  berkat jasmaninya,
2.  Perjanjian Kedua, Tuhan berjanji akan memberkati Abraham dengan berkat menjadi bangsa, tetapi dia diberkati menjadi sebuah bangsa yang besar  yaitu bangsa Israel,
3.   Perjanjian yang Ketiga, dia akan menjadi berkembang menjadi  bangsa besar tetapi melalui Abraham bangsa-bangsa akan mendapat berkat. Ini berbicara tentang garis  benih keselamatan yang merupakan garis keturunan Abraham yaitu Ishak-Yakub-Yehuda-Daud-Yesus Kristus.
4. Perjanjian keempat, Tuhan menjanjikan kepada Abraham mengenai suatu negeri sebagaimana dalam Kejadian 12:7 yang berkata: “Ketika itu Tuhan menampakkan diri kepada Abraham dan berfirman, Aku akan memberikan negeri ini kepada keturunanmu, tanah perjanjian yang sekarang ini yaitu yang didiami oleh bangsa Israel”.
Dalam isi Perjanjianan-perjanjian Allah tersebut di atas, juga  ada kewajiban yang harus ditaati oleh Abraham yaitu:
1. Abraham harus mentaati panggilan Tuhan dan janji ini  hanya bisa digenapi jika Abraham mentaati panggilan Tuhan;
2. Abraham Diteguhkan dengan suatu tanda yang  berkaitan dengan Sunat. Perjanjian ini ditulis dalam Kejadian 17:7-10 yang berbunyi : “Aku akan membuat perjanjian antara Aku dengan engkau serta keturunanmu turun temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu.  Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kau diami sebagai orang asing, yakni seluruh tanah Kanaan akan Kuberikan menjadi milikmu untuk selama-lamanya; dan Aku akan menjadi Allah mereka. Dari pihakmu engkau harus memegang perjanjianKu, engkau dan keturunanmu turun temurun. Inilah perjanjianKu, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki diantara kamu harus di sunat.
Khusus janji-janji Allah tentang berkat-berkat bagi bangsa-bangsa di dunia, kita melihat dalam Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Galatia 3:15-17 yang berbunyi: ”Saudara-saudara, baiklah kupergunakan suatu contoh dari hidup sehari-hari. Suatu wasiat yang telah disahkan, sekalipun ia dari manusia, tidak dapat dibatalkan atau ditambahi oleh seorangpun. Adapun kepada Abraham diucapkan segala janji itu dan kepada keturunannya. Tidak dikatakan “kepada keturunan-keturunannya seolah-olah dimaksud banyak orang, tetapi hanya satu orang saja: ”dan kepada keturunanmu” yaitu Kristus. Maksudku ialah: Janji yang sebelumnya telah disahkan Allah, tidak dapat dibatalkan oleh hukum Taurat, yang baru terbit baru empatratus tahun kemudian, sehingga janji itu hilang kekuatannya”.
Firman Tuhan ini mengajarkan kepada kita bahwa oleh Abraham bangsa itu akan diberkati dalam berkat keselamatan yaitu berkat yang  didalamnya oleh keturunanmu. Ditegaskan disini adalah perbedaan antara keturunannya dengan keturunan-keturunannya seolah-olah yang dimaksud adalah banyak orang, padahal hanya kepada satu orang  saja yaitu Keturunannya yaitu Kristus. Jadi kalimat “keturunannya”  menunjukkan kepada bentuk tunggal (Keturunannya) bukan jamak (Keturunan-keturunannya).
Firman Allah dalam Galatia 4:21-26 berbunyi: “Katakanlah kepadaku, hai kamu yang mau hidup dibawah Hukum Taurat? Bukankah ada tertulis bahwa, Abraham mempunyai dua anak, seorang dari perempuan yang menjadi hambanya dan seorang dari perempuan yang merdeka?. Tetapi anak dari perempuan yang menjadi hambanya itu diperanakkan menurut daging dan anak dari perempuan yang merdeka itu oleh karena janji. Ini adalah suatu kiasan, sebab kedua perempuan itu adalah dua ketentuan Allah;
yang satu berasal dari gunung Sinai ditanah Arab-dan ia sama dengan Yerusalem yang sekarang, karena ia hidup dalam perhambaan dengan anak-anaknya. Tetapi Yerusalem sorgawi adalah perempuan yang merdeka, dan ialah ibu kita”. (SARAH)
Jika Alkitab berkata bahwa Abraham banyak keturunan, maka keturunan keluarga dari Abraham yang paling dekat adalah Ismail dan Ishak, yang menurut logika kita, seakan-akan kedua anak itu diberikan Allah peluang keselamatan dan berkat kepada bangsa-bangsa, yang artinya bahwa   berkat itu bisa datang dari Ismail atau dari Ishak, Alkitab berkata jawaban itu tidak benar, ..?
Abraham memang mengajarkan iman yang sama kepada kedua anaknya baik kepada Ismail maupun kepada Ishak, akan tetapi karena Allah yang mempunyai kedaulatan dan sudah menjadi ketetapan Allah hanya diberikan kepada keturunan yang tunggal yaitu keturunan anak perjanjian yaitu Ishak, maka jelaslah bahwa jika berbicara dari garis keturunan tentang keselamatan, maka tidak bisa dibelokkan kepada Ismail tetapi hanya kepada keturunan  Ishak-Yakub-Yehuda-Daud-Yesus Kristus yaitu keturunan Ishak, sedangkan Ismail bukan anak perjanjian. Oleh karena itu kita mau mengatakan  bahwa ketika kita berbicara tentang keselamatan, tidak ada pertemuan antara Ishak dengan Ismail karena hanya dari anak perjanjian itu sajalah  dunia ini diberkati untuk  keselamatan karena keselamatan umat manusia diberikan ALLAH melalui garis keturunan Nuh-Abraham-Ishak-Yakub-Yehuda-Daud-Yesus Kristus. Jadi tidak mungkin belok dari keturunan Nuh-Abraham-Ismail-Yakub-Yehuda-Daud-Yesus Kristus. (Lihat Lampiran I), karena Yakub bukan keturunan dari  Ismail, tetapi keturunan Ishak.
Satu hal yang menarik lagi dalam hubungannya dengan Abraham yaitu Pemulihan Abraham, dimana dari sekian juta manusia yang hidup pada waktu zaman itu, Allah memilih Abraham. Mengapa bukan yang lain…? Apakah Abraham karena dia saleh…? Suci…?, padahal pada zaman Abraham ketika itu adalah masyarakat penyembah berhala dewa bulan dari Urkasdim. Jadi kemungkinan juga Abraham terlibat penyembahan berhala, tetapi oleh karena ketetapan dan kemurahan Allah, dia dipanggil Tuhan dan didalam hikmat Allah, dia mengetahui bahwa Allah akan menggenapi dengan positip akan pilihan itu sehingga dia mentaatinya.
Dari peristiwa Abraham ini kita bisa melihat  bahwa, Allah  memilih satu dari antara Anak Abraham yaitu Ishak atau  Ismail, ternyata Allah memilih Ishak. Demikian juga dari Keluarga keturunan Ishak, ada dua anaknya  yaitu Yakub dan Esau, tetapi oleh karena kedaulatan Allah, Ia memilih Yakub dan bukan Esau, demikian juga Keluarga Yakub ada dua belas anaknya, ternyata yang dipilih Allah secara khusus adalah YEHUDA, demikianlah seterusnya didalam suatu keluarga. Ini membawa kita kepada apa yang dikatakan Rasul Paulus dalam Efesus 1:4-5 yang berbunyi: “Sebab didalam Dia, Allah telah mimilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat dihadapanNya, didalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anakNya sesuai dengan kerelaan kehendakNya. Jadi orang-orang percaya  adalah orang yang telah dipilih Allah sebelum dunia diciptakan”.
Perjanjian yang kedua yang bisa kita temukan dalam Kitab Musa adalah Perjanjian Allah kepada Abraham. Perjanjian Abraham ini menjadi sangat penting didalam iman kekristenan karena perjanjian Abraham ini menjadi dasar dari seluruh pengajaran Firman Tuhan baik itu berkaitan dengan bangsa Israel  maupun didalam kehidupan orang-orang percaya,  karena melalui perjanjian Allah kepada Abraham inilah Karya Allah garis keselamatan terhadap keselamatanumat manusia di dunia menjadi spesipik (khusus)  yaitu melalui Abraham  keselamatan diberikan kepada bangsa-bangsa di dunia.
Perjanjian ketiga yaitu Perjanjian Musa atau Perjanjian Sinai, Musa adalah keturunan Yakub dari suku Lewi .Perjanjian ini dilatarbelakangi dengan pembebasan orang Israel dari tanah Mesir, hal ini tertulis dalam Keluaran 19:3-4 yang berbunyi:  “Lalu naiklah Musa  menghadap Allah, dan Tuhan berseru dari gunung itu kepadanya: “Beginilah kau katakan kepada keturunan Yakub dan kamu beritakan kepada orang Israel: Kamu sendiri telah melihat apa yang Kulakukan kepada orang Mesir, dan bagaimana Aku telah mendukung kamu di atas sayap rajawali dan membawa kamu kepadaKu”.
Firman Tuhan ini menegaskan kepada kita latarbelakang dengan adanya perjanjian Allah kepada Musa di Gunung Sinai. Allah telah membebaskan orang Israel dari Mesir dan akan membawa mereka ke tanah Kanaan sesuai dengan perjanjian yang dibuat dengan Abraham. Jadi dasar perjanjian Allah kepada Abraham tetap berlaku walaupun Tuhan akan membuat satu perjanjian lagi kepada Musa di Gunung Sinai. Artinya Allah telah berjanji kepada Abraham bahwa Dia akan menjadikan Abraham  satu bangsa besar yang dalam perkembangannya, digenapi dari keturunan Abraham yaitu Yakub dengan anak-anaknya yang sudah pindah ke Mesir dan disana mereka telah berkembang menjadi satu bangsa besar. Tuhan juga berjanji kepada Abraham bahwa negeri ini juga akan diserahkan kepada keturunanmu yaitu negeri Palestina, dan Allah mau menggenapi janjinya itu kepada Abraham lewat penggenapan keturunan bangsa Israel dengan membawa mereka ke tanah Perjanjian.
Tujuan Perjanjian Sinai dapat kita lihat dalam Keluaran 19:5-6 yang berbunyi: “Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan firmanKu dan berpegang kepada perjanjianKu, maka kamu akan menjadi harta kesayanganKu sendiri dari antara segala bangsa, sebab Akulah yang empunya seluruh bumi. Kamu akan menjadi bagiKu kerajaan imam dan bangsa yang kudus. Inilah semuanya firman yang harus kau katakan kepada orang Israel”.
kedua dikatakan bahwa kamu akan menjadi bagiKu kerajaan Imam, jadi Israel ditempatkan sebagai imam dihadapan Tuhan, sedangkan yang ketiga bangsa Israel menjadi bangsa yang Kudus yaitu bangsa yang terpisah dari bangsa-bangsa lain karena mereka dikhususkan menjadi umat Allah. Ini suatu kebenaran yang sama yang dialami oleh orang-orang percaya. Tujuan Allah menyelamatkan kita dari dosa-dosa manusia  yaitu ketika Kristus mati di atas kayu salib dan kita percaya kepada karya salib, supaya kita menjadi kesayangan Tuhan dari semua bangsa dan kita menjadi imamat yang rajani bagi Kristus dan orang percaya menjadi umat pilihan Allah. Itulah sebabnya Dia datang kedunia melalui proses penyelamatan yaitu mulai dari Lahir, Disalib, Mati, Bangkit, Naik ke surga dan kita sekarang menunggu kedatanganNya yang kedua kalinya.
Satu tujuan utama yaitu Tuhan akan memakai bangsa Israel sebagai sebagai pengantara  antara Allah dengan bangsa-bangsa lain, itulah pengajaran dari seluruh Perjanjian Lama. Jika ada bangsa-bangsa yang ingin mendapat berkat Allah, dia harus memperolehnya dari bangsa Israel, ini dialami Rut, Rahab dan pribadi-pribadi yang lain dalam Alkitab dan mereka menjadi bagian umat Allah.
Bangsa Israel ini secara khusus menjadi sarana berkat Allah bagi dunia ini. Jika kita teliti dan fahami,  Allah bukanlah berdaulat  memilih bangsa Israel agar tujuan untuk membuang dan menghukum bangsa lain di dunia ini,  tetapi Allah memilih bangsa Israel supaya bangsa lain bisa diberkati, yaitu dengan memakai satu umat yang khusus pilihanNya dan bangsa Israel inilah yang akan memberkati semua bangsa lain didunia, yang tidak ada hubungannya dengan kepercayaan ataupun kekristenan. Sekarang dalam zaman Anugerah, Allah hendak memberkati dunia bukan lagi melalui bangsa Israel tetapi melalui Yesus Kristus, bukan melalui gereja..? (Jangan salah faham). Jangan kita  mengangap bahwa gereja adalah Israel rohani, ini  berbeda karena gereja itu adalah kumpulan orang-orang kudus yang diselamatkan oleh Allah dan beribadah kepada Tuhan Yesus Kristus dan  menjadi saksi Tuhan. Jadi jika dibandingkan antara umat Israel didalam Perjanjian Lama dengan keadaan kita sekarang ini, khususnya  dalam hal  saluran berkat Allah kepada bangsa lain,   bukanlah melalui gereja tetapi melalui Yesus Kristus.
Memang kita dipanggil dan diselamatkan untuk melayani Tuhan sebagaimana dalam Keluaran 19:7-8, yang berrbunyi: “Lalu datanglah Musa dan memanggil para tua-tua bangsa itu dan membawa ke depan mereka segala firman yang diperintahkan Tuhan kepadanya. Seluruh bangsa itu menjawab bersama-sama: “Segala yang di firmankan Tuhan akan kami lakukan.” Lalu Musapun menyampaikan jawab bangsa itu kepada Tuhan. Berfirmanlah Tuhan kepada Musa: ”Sesungguhnya Aku akan datang kepadamu dalam awan yang tebal, dengan maksud supaya dapat didengar oleh bangsa itu apabila Aku berbicara dengan engkau dan juga supaya mereka senantiasa percaya kepadamu.” Lalu Musa memberitahukan perkataan bangsa itu kepada Tuhan”. Akan tetapi walaupun bangsa Israel menerima perjanjian Allah, ternyata bangsa Israel gagal untuk melaksanakan janji mereka sendiri, namun Allah tidak pernah membatalkan janji kepada mereka itu, akan tetapi Allah sampai sekarang terus mendukung, menopang bangsa Israel didalam perjalanannya.
Satu perjanjian lagi bahwa bangsa Israel dituntut ketaatan bahwa bangsa Israel akan menjadi bangsa yang besar dan diberkati dan akan menjadi bangsa yang dimuliakan, apabila mereka mentaati firman Tuhan, jika mereka tidak mentaati firman Tuhan, maka mereka akan dihukum oleh Tuhan, mereka menjadi bangsa yang kalah dan itu ditegaskan dalam perjanjian, hukum-hukum dan peraturan-peraturan yang  ditekankan kepada mereka sebagaimana diteguhkan dalam Keluaran 24:1-8 yaitu: “Berfirmanlah Ia kepada Musa: ”Naiklah menghadap Tuhan; engkau dan Harun, Nadab dan Abihu dan 70 orang dari para tua-tua Israel dan sujudlah kamu menyembah dari jauh.Hanya Musa sendirilah yang mendekat kepada Tuhan, tetapi mereka itu tidak boleh mendekat, dan bangsa itu tidak boleh naik bersama-sama dengan dia.”Lalu datanglah Musa dan memberitahukan kepada bangsa itu segala firman Tuhan dan segala peraturan itu, maka segala bangsa itu menjawab serentak; ”Segala firman yang telah diucapkan Tuhan itu, akan kami lakukan.” Lalu Musa menuliskan segala firman Tuhan itu. Keesokan harinya pagi-pagi didirikannyalah mesbah di kaki gunung itu, dengan duabelas tugu sesuai dengan keduabelas suku Israel. Kemudian disuruhnyalah orang-orang muda dari bangsa Israel, maka mereka mempersembahkan korban bakaran dan menyembelih lembu-lembu jantan sebagai korban keselamatan kepada Tuhan. Sesudah itu Musa mengambil sebagian dari darah itu lalu ditaruhnya kedalam pasu, sebagian lagi dari darah itu disiramkannya pada mesbah itu. Diambilnyalah Kitab Perjanjian itu, lalu dibacakannya dengan didengar oleh bangsa itu dan mereka berkata: ”Segala fiman Tuhan akan kami lakukan dan akan kami dengarkan. Kemudian Musa mengambil darah itu dan menyiramkannya pada bangsa itu serta berkata: ”Inilah Darah Perjanjian yang diadakan Tuhan dengan kamu, berdasarkan segala firman itu.”
Perjanjian Allah dengan Musa dan bangsa Israel di gunung Sinai ini diteguhkan dengan perjanjian darah, ini mengingatkan kepada kita apa yang dikatakan Tuhan Yesus sebelum Ia disalib yaitu dalam perjamuan Tuhan, dimana Ia berkata kepada murid-muridNya: “Inilah darahKu yang tertumpah bagi kamu dan inilah meterai Perjanjian Baru antara Allah dengan kamu”. Jadi apa yang dilakukan Musa meneguhkan kepada bangsa Israel dengan mengambil darah dari korban persembahan, itu digenapi dalam Perjanjian darah yang dilakukan oleh Tuhan Yesus dimalam Perjamuan Tuhan, karena perjanjian itu tidak bisa batal. Walaupun sekarang untuk sementara karena kekerasaan hati bangsa Israel mereka sepertinya tersingkir dihadapan Tuhan, tetapi mereka tidak pernah dibuang oleh Tuhan, pada waktunya nanti mereka akan dipulihkan Allah dan itulah yang diajarkan dalam bagian Pemulihan Kerajaan Israel 1000 tahun, sedangkan bangsa-bangsa lain yang percaya kepada Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamatnya, hanyalah  dicangkokkan kepada pohon kehidupan  yang asli.
Perjanjian Abraham adalah dasar Perjanjian Musa dan dasar dari pada Perjanjian Daud sampai Perjanjian Baru yaitu Yesus Kristus, dan Perjanjian Abraham ini merupakan Program ALLAH dalam menyelamatkan manusia terhadap bangsa-bangsa  di dunia.
Dalam kasus Adam dan Hawa, untuk keselamatan manusia, diperlukan perdamaian, dimana Adam dan Hawa telah menggantikan dasar atau pondasi yang dibangun dengan memakai daun-daunan dari pohon serta    menutupi ketelanjangan dirinya  dari kulit binatang, sehingga ada binang (domba) yang harus dikorbankan atau dibunuh. Jadi, apabila ada seseorang melakukan kesalahan baik sengaja dan tidak sengaja, dia harus memberikan korban perdamaian  kepada Allah, dan hal ini telah digenapi Allah dalam Perjanjian Baru, dimana korban perdamaian itu adalah bayangan dari Kristus yang adalah Anak Domba Allah yang mendamaikan dunia kepada Allah, yaitu Firman sudah menjadi Daging.
Kita sebagai murid Yesus sedang menantikan kedatanganNya yang kedua kali sehingga apa yang harus kita perbuat sesuai dengan firmannNya. Satu-satunya jalan adalah kita harus siap dan sungguh-sungguh menjalankan kehidupan yang rohani dan surgawi yaitu sebuah kehidupan yang serupa dengan Kristus. Kiranya Tuhan menuntun setiap pembaca kedalam rahasia kehadiratNya dan menyatakan janjiNya. Rasul Paulus yang diilhamkan Allah menulis dalam suratnya kepada jemaat di Korintus yaitu:  II Korintus 3 ayat 13-18 yang berbunyi  sebagai berikut:
Musa menyelubungi mukanya supaya mata orang-orang Israel jangan melihat hilangnya cahaya yang sementara itu, tetapi pikiran mereka telah menjadi tumpul, sebab sampai pada hari ini selubung itu masih tetap menyelubungi mereka. Jika mereka membaca perjanjian lama itu tanpa disingkapkan, karena hanya Kristus saja yang dapat menyingkapkannya, bahkan sampai pada hari ini, setiap kali mereka membaca Kitab Musa, ada selubung yang menutupi hati mereka. Tetapi apabila hati seorang berbalik kepada Tuhan, maka selubung itu diambil dari padanya, sebab Tuhan adalah Roh, dan dimana ada Roh Allah disitu ada Kemerdekaan”.
Yesus berkata : “Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa olehNya kamu mempunmyai hidup yang kekal tetapi walaupun Kitab-Kitab Suci itu memberikan kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepadaKu untuk memperoleh hidup itu. Sebab jika kamu percaya kepada Musa tentu kamu akan percaya juga kepadaKu, sebab ia telah menulis tentang Aku.Tetap,  jika kamu tidak percaya akan apa yang ditulisnya, bagaimanakah kamu akan percaya apa yang Kukatakan”. (Yohanes, pasal 5:39-40)
Alkitab memberikan kesaksian tentang Sang Penebus yang menceritakan dari hal Yesus Kristus mulai catatan pertama dalam Kitab Kejadian sampai Kitab Wahyu, segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada satupun telah jadi dari segala yang dijadikan sampai kepada penutupan janji itu. “Hukum yang tertulis adalah mematikan, tetapi Roh menghidupkan sebab Pelayanan dari Perjanjian Baru yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh (II Korintus 3:6).
Perkara-perkara yang dahulu tersebunyi sejak kejatuhan Adam sampai dengan kedatangan Tuhan Yesus ke bumi  ini sebagai Manusia (Firman sudah menjadi Manusia) 2.010 tahun lalu, Kristus  merupakan suatu yang Rahasia yang tersembunyi, tetapi dengan datangnya Injil (Roma 16:25, I Korintus 2:7-10, bagi orang-orang Percaya menjadi terbebas dari Hukum Taurat sebab kita tidak lagi memegang  Hukum Taurat sebab kita sudah terlepas dari padanya ketika Yesus datang. Hal itu dikatakan Paulus dalam Galatia 3:23:26 sbb: “Sebelum iman itu datang kita berada dibawah pengawalan hukum tuarat, dan dikurung sampai iman itu telah dinyatakan”.
Jadi Hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang supaya kita dibenarkan karena iman. Sekarang iman itu telah datang sebab itu kita tidak lagi ada dalam pengawalan penuntun yaitu hukum taurat, sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman didalam Yesus Kristus”. Jadi kita harus ingat status kita sebagai anak Tuhan dan tidak boleh berkompromi dan meminta petunjuk diluar anak-anak Tuhan.
Sekarang kita hidup dalam Perjanjian Baru (bukan lagi hidup dalam Perjanjian Lama, ini harus diketahui dan diingat), yang berarti, kita bekerja bersama  Tuhan yaitu dibawah Perjanjian Baru  yaitu (Taurat Yesus) yang  sudah barang tentu lebih baik dari Perjanjin Lama (Taurat Musa). Untuk memulai perjanjian baru tersebut, Yesus memberikan nyawaNya untuk setiap orang, supaya manusia dapat berhubungan secara langsung dengan Roh Yesus, sebab Dia mempersembahkan darahNya kepada Bapa sebagai korban perdamaian untuk dosa-dosa umat manusia. Mengapa. hal itu dilakukan Yesus…? Karena dosa-dosa tersebut menghalangi kita untuk berkomunikasi langsung dengan Bapa. Dengan menerima Yesus sebagai Juruselamat pribadi, Roh Yesus memenuhi janji-janjiNya dan menciptakan kembali roh anda dan saya agar  menyaksikan kehadiranNya.
Yehezkiel Pasal 11 ayat 19-20  Allah berjanji : “Aku akan memberikan mereka hati yang lain dan roh yang baru didalam batin mereka, supaya mereka hidup menurut segala ketetapanKu dan peraturan-peraturanKu dengan setia, maka mereka akan menjadi umatKu dan Aku akan menjadi Allah mereka”. Ketika kita sudah dipenuhi dengan Roh, maka Roh Allah akan tinggal didalam anda dan saya dan melakukan pekerjaanNya melalui kita. Melalui pertobatan dan iman, roh manusia diciptakan kembali menjadi roh yang baru, anda dan saya mengalami kelahiran baru. Setelah dibaptis, Roh Kudus  berbahasa roh kepada kita. Roh itu sekarang tinggal didalam anda dan saya yaitu  Bait Suci Roh Kudus.
Guru Agung tersebut tinggal didalam kita dan menyingkapkan Firman dan memberikan kerinduan agar mempunyai roh yang kuat. Anda dan saya tidak perlu pergi kepada Pemimpin agama agar dapat berbicara dengan Tuhan atau mendengarNya, dan tidak perlu menunggu nabi Allah datang ke tempat anda dan saya untuk memberitahukan apa yang sedang Tuhan kerjakan, tetapi anda dan saya dapat mengetahuinya sendiri. Yohanes 4:24 berkata: “Allah adalah Roh dan barang siapa yang menyembah Dia harus menyembahNya dalam roh dan kebenaran”
Ketika anda dan saya mengundang RohNya untuk tinggal bersama roh kita, kita bisa menyaksikan kebenaran dan kuasa didalam kehidupan kita sehari-hari. Roma 8:16 berkata:
Roh Allah bersaksi bersama-sama roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. Ketika Allah memberikan RohNya kepada kita, Dia memberikan seluruh keberadaanNya, tetapi itu dapat diterima sejauh yang bisa dipercayai oleh iman kita.
Nama lain dari Roh Kudus adalah Roh Kehidupan, sebab Rohlah yang memberikan hidup (Dia pemberi hidup), daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup (Yohanes 6:63). Jika Allah adalah Roh dan perkataan-perkataan yang Dia katakan adalah Roh, dengan demikian anda dan saya hanya bisa membedakan dengan Roh.  “Semua orang yang dipimpin oleh Roh Allah adalah anak (anak laki-laki) Allah. Jadi baik Laki-laki maupun Perempuan, apabila dipimpin oleh Roh Yesus maka kita disebut sebagai “anak-laki-laki”. Tuhan memimpin anak laki-lakiNya melalui RohNya. Itulah sebabnya mengapa anak Allah tidak mencari tanda..?.
Makna segala perkara akan menuntun anda dan saya menuju kebahagiaan yang sejati dalam mengantar umat manusia kedalam hubungan pribadi yang mendalam dan akrab kepada Tuhan Yesus. Gunakanlah Alkitab untuk membantu anda dan manfaatkan waktu anda, sebab pertumbuhan akan pengetahuan mengenai Tuhan Yesus, anda dan saya akan menemukan jalan yang sesungguhnya menuju kebahagiaan yang sejati yaitu kehidupan kekal. Oleh karena itu penting bagi kehidupan orang Kristen yang telah menjadi murid-murid Yesus (bukan hanya datang dan pengikut Yesus saja) tetapi mengikuti dan melakukan kehendak Allah bagi setiap pribadi dalam mempelajari dan memahami kata-kata yang telah diucapkan oleh Roh Kudus, sebab: Dari ucapanmulah engkau dibenarkan dan dari ucapanmu pula engkau di hukum (Matius 12:37).
Berliku-liku jalan kehidupan manusia untuk mencari satu  jalan keselamatan yang disediakan Allah melalui Anaknya Yesus Kristus adalah Firman yang sudah menjadi Daging.


0 Response to "Janji Keselamatan dan Berkat di Bumi lewat Keturunan Abraham"

Posting Komentar