/****** Contact Form ******/ div#ContactForm1 { display: none !important; }

Kristen dan Khatolik tidak menyembah Patung


Kristen dan Khatolik tidak menyembah Patung
1.      Mengapa Gereja Katolik menyembah Patung?
2.      Bukankah hal ini dilarang oleh Alkitab (Kel 20:4-5)

Jawaban Pertanyaan Nomor 1.
Alasan pembuatan patung dalam Gereja Katolik adalah sebagai simbol atas sosok yang diistimewakan melalui patung tersebut. Patung itu sendiri tidak diistimewakan, sosok yang diwakilinyalah yang diistimewakan.
Sebagai contoh, Seseroang menyimpan foto orang lain yang dikasihinya. Tentunya yang dikasihi bukanlah foto itu sendiri melainkan pribadi yang diwakili melalui foto tersebut.

Contoh lainnya adalah warga negara suatu bangsa amat menghormati bendera bangsanya, jika bendera itu diinjak2 bangsa lain, warga negara itu akan marah. Tentunya dia marah bukan atas nasib benderanya sendiri melainkan atas penghinaan terhadap sosok yang diwakili bendera itu, yaitu bangsanya sendiri.

Dengan demikian, pembuatan patung sebenarnya tidak dimaksudkan untuk menjadikan patung itu sebagai objek penyembahan, melainkan hanya sebagai simbol atas sosok yang diistimewakan.

Jawaban Pertanyaan Nomor 2
Sekarang permasalahannya adalah apakah Pembuatan Patung itu melanggar perintah Alkitab? mari kita lihat ayat yang seringkali dikontraskan dengan praktek Gereja Katolik:

Kel 20:4 Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.

Kel 20:5 Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,

Larangan pembuatan patung pada Kel 20:4 tidak lepas dari konteksnya dengan Kel 20:5, dimana patung itu tidak boleh dibuat untuk disembah. Maka sebatas pada ayat ini saja, sejauh patung itu dibuat tidak untuk disembah, maka pembuatan patung dan penggunaannya tidaklah bermasalah.
Seperti yang saya jelaskan pada jawaban atas pertanyaan pertama di atas, patung tidak dibuat Gereja Katolik untuk disembah atau dihormati, melainkan untuk menyimbolkan sosok yang disembah atau dihormati (perbedaan antara penyembahan dan penghormatan silahkan lihat orang-orang-kudus-yang-telah-meninggal-vt2828.html ).

Bukti Alkitabiah pembuatan Patung
1. Perintah Allah untuk membuat dua kerub dari emas di atas penutup tabut perjanjian (Kel 25:18-20)

2. Perintah Allah untuk membuat dan meninggikan patung ular (Bil 21:9; Yoh 3:14-15)3. Salomo membuat patung Kerub (1 Raj 6:23-28)
Adanya bukti ini semakin menegaskan bahwa larangan pembauatan patung pada kel 20:4-5 memang adalah dalam konteks untuk tujuan menjadikan patung itu sendiri sebagai objek penyembahan, tetapi di luar tujuan itu, pembuatan patung tidaklah dilarang.

Maka dengan demikian, pembuatan patung dalam praktek Gereja Katolik tidaklah bermasalah.

Orang Katolik Tidak Menyembah Berhala,
Orang Katolik itu berlutut berjam-jam di depan patung Bunda Maria, bahkan sampai ada yang menangis. Mereka menatap gambar orang-orang kudus berjam-jam lamanya.”
Kita dengan sederhana mengatakan, “Lukisan Ibu Theresa atau St. Fransiskus Xaverius adalah gambar keluarga saya.” Bahkan kita pun mengatakan bahwa, patung Bunda Maria itu adalah patung ibu saya.

Lalu, kalau orang yang tidak seiman dengan kita itu bertanya lebih jauh, kita katakan, apakah Anda memiliki gambar dari keluarga mu, entah ibu ataupun bapa mu yang telah meninggal? Nah, kami orang katolik, tidak menyembah berhala, tetapi patung dan gambar tersebut adalah pengingat dan penjaga relasi bahwa orang-orang tersebut pernah hidup.

Mereka itu hidup di dalam sejarah kehidupan Kristiani. Bukankah, foto  anggota keluarga mu itu merupakan gambaran akan mereka yang pernah hidup? Jadi, sebagai orang Katolik, ketika berlutut dan berdoa di depan patung Bunda Maria berarti bahwa Bunda Maria itu pernah hidup dan kami menjaga relasi itu.

Kalau penjelasan lebih mendalam, bisa kita katakan bahwa Tuhan tidak melarang pembuatan gambar maupun patung.
Bukti nya, di dalam Kitab Suci Perjanjian Lama, orang Israel membuat hiasan malaikat-malaikat yang terbuat dari emas di atas kotak penutup loh 10 perintah ALlah.

Lebih dalam lagi, di dalam Kitab Suci Perjanjian Baru, Yesus adalah pemenuhan gambar Allah. Kita tidak tahu Allah yang tak kelihatan, namun ketika Yesus lahir ke dunia, Ia mewayuhkan Allah yang tak kelihatan itu.

Terakhir dan terpenting, adalah gambar-maupun patung yang adalah wujud dari mereka yang pernah hidup itu mengubah hidup kita masing-masing.
Contohnya, kita mungkin bertobat ketika kita berdoa melalui perantaraan Bunda Maria di mana kita menggunakan media gambar atau patung tersebut sebagai fokus doa kita.
Mari kita bersukacita dan bangga menjadi orang Katolik karena kita “TIDAK MENYEMBAH BERHALA”
Sebagai orang Katolik, memiliki patung ataupun gambar-gambar kudus merupakan hal yang wajar. Wajar dalam arti bahwa kita sudah dibiasakan untuk berdoa di depan patung maupun gambar-gambar kudus, bahkan patung-patung maupun gambar-gambar kudus yang disimpan di rumah-rumah keluarga Katolik adalah bukti bahwa keluarga tersebut memang beriman. Lebih lanjut, ada kesan bahwa keluarga tersebut memiliki devosi yang kuat.

Namun, apa yang kita imani,  belum tentu sama dengan apa yang dipikirkan orang yang tidak seiman dengan kita. Mungkin kita tersinggung ketika orang yang tidak seiman dengan kita mengatakan,”Oh, orang Katolik itu menyembah berhala.”
itulah pernyataan mereka yang tidak seiman dengan kita, dan mungkin kita pernah mengalaminya. Berhadapan dengan pengalaman itu, kita tidak perlu kuatir, atau pun menghancurkan patung dan barang-barang kudus yang ada di rumah.
Bahkan, Allah memerintahkan Moses untuk membuat ular perunggu dalam kisah dimana banyak orang Israel yang dipatok ular beracun karena mereka bersungut-sungut kepada Allah. Ketika mereka melihat ular perunggu itu, mereka menjadi sembuh.




0 Response to "Kristen dan Khatolik tidak menyembah Patung"

Posting Komentar